Kring…kring…kring….. telephone rumah berdering, tak seorangpun ada di rumah kecuali Weni, dia adalah seorang mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Jakarta jurusan Accounting , dia anak tunggal dari pasangan suami istri Pak Irawan dan Ibu Nia.
“ibu kemana sih?” gerutu weni, Hallo ini siapa?” sapa weni
“weni ini Hilman, jadikan nanti malem, aku jemput ya?” sahut Hilman
“oh kamu Hilman, iya jadi” jawab weni. Lalu hilman bilang “OK” dan langsung menutup telephone tanpa salam. “ih ni anak pake permisi kek langsung aja nutup telephonenya” celoteh weni.
Malam menunjukkan pukul 19.00 WIB, hilman sudah tampak di depan rumah weni, di dalam rumah ada Ibu Nia yg mempersilahkan masuk Hilman
Ibu Nia : “masuk nak dan silahkan duduk, bentar ya tante panggilkan weni”
Hilman : “makasih tante”
Ibu Nia : “wen temenmu sdh dating nih cpt turun”
Weni : “iya bu……..” sambil berlari weni turun dari kamarnya , “ eh Hilman, kita berangkat sekarang yuk biar pulangnya nanti jg gak kemaleman”
Hilman : “ayuk, tante kami berangkat dulu”
Ibu Nia : “ iya hati hati ya di jalan, jgn malam2 pulangnya, slm jg sm Bella bilang sm dia selamat ulang tahun buat Bella”
Weni + Hilman : “iya InsyaAllah, Assalamualaikum”
Ibu Nia : “waalaikumsalam”
Malam telah larut dan menunjukkan pukul 23.00 WIB, weni pulang dan diantar hilman hingga rumah, di dalam rumah Ibu Nia sudah menunggu weni, setelah weni keluar dari mobil, hilman langsung memutuskan untuk pulang tanpa berpamitan dulu sama Ibu Nia.
“aku langsung pulang ya, udah malem takut ganggu istirahat Ibu kamu, salam ya sm Ibu kamu” kata hilman, “ iya insyaAllah nanti disampein salamnya” jawab weni.
Masuklah weni ke dalam rumahnya, “Assalamualaikum” , “waalaikumsalam” loh hilman mana?” jawab Ibu Nia, sambil ngeliat keadaan luar rumah lewat jendela yang tak menemukan batang hidungnya hilman. “dia langsung pulang bu takut ganggu istirahatnya ibu katanya” timpal weni, “oohhhh” sahut Ibu Nia. Kemudian mereka langsung masuk kamar masing2.
Minggu jam 05.00 WIB pagi ibu Nia membangunkan weni untuk sholat subuh, weni pun bangun dan setelah sholat subuh weni membanti ibunya beres2 rumah dan memasak di dapur,
Ibu Nia : “oh iya wen, tadi malam ayahmu telephone dan mengabari kalau hari ini ayahmu pulang dari dinas kerjanya di Bali, insyaAllah malam ini baru nyampek di Jakarta”
Weni : “oh ya, kalau begitu nanti siang kita masak semur jengkol kesukaannya ayah aj bu”
Ibu Nia : “bagus jg ide kamu wen, ok kalau begitu ibu akan ke pasar dulu untuk belanja ya”
Malam jam 20.00 WIB ayah weni (sebut saja ayah Irawan) sudah sampei di rumah, ibu Nia dan weni menyambut kedatangan ayahnya dengan senang hati.
Ayah Irawan : “ Assalamualaikum”
Ibu Nia + weni : “ waalaikumsalam, ayah”
Ayah Irawan : “oh iya kenalin ini anak dari temennya ayah namanya Fandy, dia adalah anggota kepolisian, sekarang dia liburan dan ingin mengunjungi sepupunya di Jakarta ini, kebetulan ayah jg pulang ksni jd kita barengan aj ke Jakarta nya”
Fandy : “tante, saya fandy” sambil bersalaman dengan Ibu Nia
Ibu Nia : “selamat dating di gubuk kami, semoga senang berada di Jakarta”
Fandy : “ terimakasih tante” dan melepaskan jabatanyya dari tangan ibu nia
Weni : “ hay aku weni, salam kenal ya” sambil berjabatan tangan dengan fandy
Fandy : “ iya salam kenal jg”
Beberapa saat kemudian, setelah mereka ngobrol dan sempat makan malam di rumah weni, fandy memutuskan untuk pamit dan bergegas ke rumah sepupunya.
*Satu minggu berikutnya*
Minggu pagi weni memutuskan untuk menyelesaikan tugas kuliahnya di rumah bella bersama dengan teman2nya termasuk hilman, setelah minta ijin kedua orang tuanya weni bergegas pergi dan dengan naik taxi dia pun pergi kerumah bella. Sesampainya di rumah bella, weni menemukan teman2nya sudah berkumpul semua kecuali hilman,
Weni : “hilman mana bel?” Tanya weni kepada bella
Bella : “loh kok nanya ke aku, bukannya kamu yg sering jalan bareng sm hilman, justru aku heran kenapa hari ini kamu gak sama hilman, kalian gak janjian dating kesininya?.”
Weni : “enggak, aku naik taxi soalnya kemaren dia bilang kalau dia harus nganter mamanya dulu sebelum ke rumahmu, dan dia gak akan lewat depan rumahku”.
Tak lama kemudian, hilman muncul, dia tidak sendirian dia bersama seorang laki2 tinggi gagah kira2 umurnya sekitar 30 tahunan,
Hilman : “ assalamualaikum”
Semua : “ waalaikumsalam”
Weni : “fandy” sambil menunjuk kea rah fandy
Fandy : “hey weni” sambil tersenyum kea rah weni
Hilman : “loh kalian sudah kenal, baru mau aku kenalin kalau fandy ini sepupu aku dr bali”
Weni : “iya ayahku yg ngenalin, ayahku adalah temannya papanya fandy”
Hilman : “oh”
Bella : “ ok kalau begitu kita mulai belajarnya”
Acara belajarpun dimulai, fandy yg kelihatan tak tertarik dengan belajar mereka memutuskan untuk memainkan jemarinya di Handphone.
Jam sudah menunjukkan tepat jam 14.00 WIB , weni, hilman dan teman2 yg lain memutuskan untuk mengakhiri belajar mereka dan memutuskan untuk langsung pulang, Hilman menawari weni untuk pulang bersamanya, weni pun setuju.
*beberapa hari kemudian*
Ini hari terakhir fandy berada di Jakarta, sebelum dia kembali ke Bali dia memutuskan untuk bilang kepada hilman bahwa dia sedang jatuh cinta dan ingin memiliki seutuhnya wanita yg dia cintai saat ini.
Fandy : “ man aku mau Tanya sesuatu ke kamu?”
Hilman : “ Tanya apa?”
Fandy : “kamu pacaran sama weni?”
Hilman : “ enggak, dia Cuma temen deket aku aj kok, kenapa kamu naksir ya sama weni?”
Fandy : “kalau iya gimana?”
Hilman : “sumpah lo, ya gak papa, malah aku seneng kalau weni sama kamu, kamu kan orangnya baik, setia, anggota kepolisian lagi, siapa yg gak mau sama kamu fan”
Fandy : “ ok kalau begitu besok aku pulang dan menyuruh orangtuaku melamar weni untuk jadi istriku”
Hilman : “hah secepat itu”
Fandy : “keburu lo ambil weni nya, hehehehe”
Besoknya fandy pun pulang ke Bali, dan sesampainya di Bali dia minta pada orang tuanya untuk melamar weni di Jakarta, papanya fandy pun menyetujuinya karena ayah weni adalah teman baik papanya fandy.
*beberapa bulan kemudian di sebuah kampus*
Weni : “ man bisa kita ngobrol sebentar?”
Hilman : “bisa, ada apa wen ?”
Weni : “kita ke kantin yuk, biar enak ngobrolnya….”
Hilman : “ok, …..” merekapun berjalan menuju kantin
Sebelum sampai di kantin tiba2 hp weni berdering, dan weni mengangkat hp nya, “hallo assalamualaikum” “waalaikumsalam” teriak ayah irawan,
Weni : “ayah, ada apa?”
Ayah irawan : “ wen kuliahmu hari ini sudah selesai kan, bisa kamu pulang sekarang juga, ada tamu buat kamu”
Weni : “ sudah, tamu, siapa?”
Ayah irawan : “ nanti kamu juga akan tahu sendiri, sekarang pulang ya, assalamualaikum” tut..tut…tut…. ayah irawan menutup telephonnya
Weni : “man maaf ya lain kali aj kita ngobrolnya, ayahku menyuruh aku pulang sekarang juga, ada tamu katanya”
Hilman : “oh iya gak papa, kan masih ada besok, sampai ketemu besok ya”
Sesampainya di rumah weni dikejutkan dengan kedatangan orang tua fandy yang hendak melamar weni untuk dijadikan istri oleh fandy, weni langsung masuk kamar dan menangis, ayah weni pun menyusul weni di kamarnya.
Ayah : “ wen kamu harus menerima lamaran ini, sebentar lagi ayah pensiun dan biaya kuliahmu ayah sudah tidak sanggup lagi menanggunya, kalau kamu menikah dengan fandy, fandy janji akan menanggung biaya kuliahmu sampai selesai, tp kamu harus melanjutkan kuliahmu di Bali”
Weni : “tapi weni tidak kenal siapa fandy yah” sambil menangis
Ayah : “ayah kenal baik keluarga fandy, dan fandy anak yg baik, atau jangan2 kamu sudah punya pacar wen?”
Weni : “belum yah” dalam hati weni, weni berharap hilman akan menyatakan cintanya pada weni di kantin tadi sebelum ayahnya telphon weni.
Ayah : “nah belum kan, lalu apa lagi?”
Weni : “terserah ayah lah” weni pasrah pada keadaan keluarganya sekarang, dan mungkin hilman juga tidak pernah mencintai weni, buktinya dari SMA sampek sekarang hilman tidak pernah bilang kalau dia mencintai weni, padahal boleh dibilang setiap di sekolah/di kampus selalu berdua, dimana ada weni pasti ada hilman atau sebaliknya.
Akhirnya pertunaganpun terjadi, dan tanggal pernikahan sudah ditetapkan.
*satu tahun kemudian, mendekati hari H*
Keluaga weni mendengar kabar dari kelurga fandy, bahwa fandy kecelakaan dan meninggal, weni tidak tahu apakah dia harus senang ataukah sedih mendengar kabar ini.
Weni pun memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Jakarta dan weni memberikan les pelajaran sekolah kepada beberapa siswa SD agar dia bisa membiayai kuliahnya sendiri karena ayah irawan sudah pensiun dari kerjanya, dan uang pensiunan hanya cukup untuk biaya hidup sehari hari keluarganya.
*dua tahun kemudian*
Sebelum lulus tahun ini, Weni memutuskan untuk bilang kepada hilman bahwa dia sangat mencintai hilman dari dulu semenjak masih duduk di bangku SMA,
Weni : “ man ada sesuatu yg ingin aku sampein ke kamu”
Hilman : “ ada apa wen?”
Weni : “aku harus jujur sama kamu man,aku gak boleh larut dalam kebimbanganku lagi man, jujur aku butuh kamu, hanya kamu yg mampu membuat jantungku berdegup saat kamu didekatku, aku juga berharap kamu yg dating melamarku bukan sepupumu, aku mencintaimu man.”
Hilman : “wen jangan bicarakan lagi fandy, dia sudah tenang di alam sana, jujur aku juga saying sama kamu, tp itu bukan berarti aku mencintaimu wen, aku menganggapmu sebagai adik,sahabat dan aku akui kamu wanita yg cantik, pinter tapi maaf wen aku gak bisa mencintaimu, lebih baik kalau kita seperti ini aja”
Weni : “tak sedikitpun” menangis
Hilman : “tidak, maaf”
Weni : “lalu apa artinya kamu tiap hari antar jemput aku, selalu perhatian sama aku”
Hilman : “itu kulakukan karena aku sahabatmu wen”
Weni : “ok maafkan aku karena aku memaksamu”
Hilman : “taka pa wen, maafkan aku juga ya”
*kelulusan*
Semua mahasiswa dan mahasiswi jurusan accounting yg seangkatan dengan weni dan hilman lulus tanpa terkecuali, itu artinya weni tidak akan bertemu lagi dengan hilman, kerna hilman mendapatkan pekerjaan di Bali, sementara weni dia mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.
*dua tahun kemudian*
Hilman mengambil cuti dan berlibur ke Jakarta, dan dia memutuskan untuk pergi menemui weni di rumahnya, hilman ingin mengetahui keadaan sahabatnya itu, karena setelah lulus hilman telah mengganti nomor hp nya entah dengan alasan apa dia mengganti nomer hp nya.
Di rumah weni,
Hilman : “assalamualaikum”
Weni : “waalaikumsalam, hilman?” heran
Hilman : “hay wen apa kabar kamu?”
Weni : “baik, kamu sendiri, ayo masuk man,” sambil mempersilahkan hilman masuk
Hilman : “alhamdulillah aku jg baik2 aj wen, gmn udah dapat pengganti aku hehehe”hilman bercanda agar tidak kaku suasananya
Weni : “ah kamu hilman emang gak ada cowok apa selain kamu, tapi emang aku belum menemukan cowok sebaik kamu man” tetap berharap sm hilman
Hilman : “ah kamu wen, kamu kan cantik pasti banyaklah yg suka sama kamu, masak kalah sama aku, aku aja udah dua kali putus sama cewek”
Weni : “hah dua kali”
Hlman : “iya, sekarang aku lagi jalan sama anak Bandung tapi dia kerja di Bali juga”
Weni : “oh selamat ya,”
Hilman : “oh iya wen aku harus pulang sekarang, aku janji mau nganter mamaku ke rumah teman arisannya”
Weni : “oh iya salam ya sama mama kamu”
Hilman : “insyaAllh nanti disampein, assalamualaikum”
Weni : “waalaikumsalam”
Beberapa minggu berikutnya hilman sudah kembali ke Bali,dan dia sudah memberikan nomor hp nya kepada weni sewaktu hilman kerumah weni, weni memulai aktifitasnya seperti biasa lagi, kemudian hp weni berdering, tampak di layar hp “hilman”, hilman telephone dan mengabari kalau dia sudah putus dengan pacarnya karena perbedaan prinsip.
Weni tidak tahu apakah dia harus senang ataukah sedih mendengar berita ini, dia senang karena dia masih punya kesempatan untuk dekat lag dengan hilman, tapi sedih karena sampai sekarang hilman belum membuka hatinya untuk weni.
Tetapi di dalam percakapan telphon itu hilman bilang kalau dia sangat membutuhkan weni saat ini, weni kaget “butuh aku”, “iya butuh kamu” sahut hilman. ‘minggu depan aku pulang ke Jakarta karena aku resign dr kerjaanku di Bali, aku mendapatkan kerjaan bagus di Jakarta” tambah hilman.
Weni : “oh ya, selamat ya, jadi kita bakalan sering ketemu dong nanti”
Hilman : “iya kita bakalan sering ketemu nanti, ok samapai ketemu di Jakarta ya sayang”
Weni : “ok” heran kenapa hilman panggil dia dg sebutan saying, tut…tut…tut…. Telphon di tutup.
*Jakarta *
Hilman menyatakan cintanya kepada weni, hilman merasa menyesal telah menyia nyiakan cinta yang sangat tulus dari weni, dan weni pun kaget bercampur senang mendengar hilman bilang cinta pada weni, dan weni pun menerima cinta hilman, “inilah cinta yang kunanti, cinta yang kuinginkan, meslipun penantian yg panjang, tapi akhirnya aku hidup dengan orang yang sangat aku cintai” batin weni.
Setelah itu hilman beserta keluarganya melamar weni di rumah weni, dan wenipun menikah dengan hilman.
_lovely nita_